BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Insiden asma dalam
kehamilan adalah sekitar 0,5-1 % dari seluruh kehamilan. Serangan asma biasanya
timbul pada usia kehamilan 24-36 minggu, jarang pada akhir kehamilan. Frekuensi
dan beratnya serangan akan mempengaruhi hipoksia pada ibu dan janin. Penegakan
diagnosis serupa dengan asma diluar kehamilan.
Asma bronkiale merupakan penyakit obstruksi saluran
nafas yang sering dijumpai pada kehamilan dan persalinan, diperkirakan 1%-4%
wanita hamil menderita asma. Efek kehamilan pada asma tidak dapat diprediksi.
Turner et al dalam suatu penelitian yang melibatkan 1054 wanita hamil yang
menderita asma menemukan bahwa 29% kasus membaik dengan terjadinya kehamilan,
49% kasus tetap seperti sebelum terjadinya kehamilan, dan 22% kasus memburuk
dengan bertambahnya umur kehamilan. Sekitar 60% wanita hamil yang mendapat
serangan asma dapat menyelesaikan kehamilannya dengan baik. Sekitar 10% akan
mengalami eksaserbasi pada persalinan. Mabie dkk (1992) melaporkan peningkatan
18 kali lipat resiko eksaserbasi pada persalinan dengan seksio sesarea
dibandingkan dengan pervaginam.